IP ADDRESS
Menurut
Cory Mitchell lewat risalahnya di Investopedia, IP
Address diartikan sebagai internet protocol address yang
merupakan nomor pengenal atau identifikasi terkait dengan komputer atau
jaringan komputer tertentu. Ketika terhubung dengan internet, IP Address memungkinkan
komputer untuk mengirim dan menerima informasi yang diperoleh dari jaringan
internet.
IP
Address berkedudukan sebagai alamat dari perangkat keras jaringan yang
dipakai seseorang lewat komputernya. IP Address membantu proses
penghubungan antara komputer pengguna ke perangkat lain di dalam jaringan dan
ke seluruh dunia. IP Address terdiri dari angka atau karakter seperti
contohnya adalah https://185.231.223.71/.
IP
Address sama halnya sebuah alamat unik yang mengidentifikasi perangkat di
internet atau jaringan lokal. Sedangkan internet protocol sendiri berarti
seperangkat aturan yang mengatur format data yang dikirim melalui internet atau
jaringan lokal. Secara umum, IP Address adalah pengidentifikasi yang
memungkinkan informasi dikirim antar perangkat dalam suatu jaringan.
IP
Address berisi informasi lokasi dan membuat perangkat dapat diakses untuk
komunikasi dua arah atau lebih. Internet membutuhkan cara untuk membedakan mana
komputer, router, dan situs jejaring yang berbeda. Oleh karena itu IP
Address menyediakan cara untuk melakukan pembedaan dan identifikasi
sehingga internet dapat bekerja dengan baik.
Dalam IP Address ada
istilah-istilah seperti ini :
1. Network
ID : IP yang digunakan sebagai alamat jaringan. Kalo di dunia yata kita
bisa ibaratkan Network ID atau Network Address ini dengan nama jalan atau nama
perumahan
2. Host ID :
IP yang dugunakan sebagai alamat suatu perangkat jaringan (seperti router, pc,
dll). Nah kalo ini bisa diibaratkan sebagai nomor rumah dalam suatu
jalan/perumahan (jaringan).
3. Broadcast
ID : IP yang digunakan untuk mengirim ke emua host.
4. Network
Mask (Netmask) : Penulisannya seperti format penulisan IP, Netmask
digunakan untuk menentukan nilai Network ID dan biasa disebut juga subnetmask.
Contoh netmask 255.255.255.0, 255.255.0.0, dsb. Kita akan pelajari hal ini di
materi subnetting.
5. Prefix :
Angka yang mewakili nilai netmask. Contoh ada ip 192.168.1.28/16. Penulisan
"/16" menandakan ip tersebut prefixnya yaitu "16" yang
artinya 16 bit pertama ip tersebut adalah Network ID. Jika ditulis dalam format
ip menjadi 255.255.0.0. Kita akan belajar tentang prefix ini juga di materi
subnetting.
Mungkin ada yang bertanya apa itu
unicast, multicast, broadcast? Begini penjelasan singkatnya.
1. Unicast
Unicast adalah alamat ip yang digunakan pada setiap host (perangkat) untuk
saling berkomunikasi poin to point (one to one).
2. Multicast
Multicast adalah alamat ip yang digunakan untuk mengirim paket ke beberapa host
yang sama-sama listen di ip multicast group yang sama (one to many).
Biasanya digunakan pada protokol routing.
3. Broadcast
Broadcast adalah alamat ip yang digunakan untuk mengirim paket ke semua host
(one to all).
IP versi 4 / IPv4
Alamat IP versi 4
(biasa kita sebut dengan IPv4) adalah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IPv4. Panjang totalnya ialah 32-bit dan secara teori dapat
memberi alamat hingga 4 miliar host komputer atau lebih spesifiknya
4.294.967.296 host di seluruh dunia. Cukup banyak juga ya (walaupun sebenarnya
sekarang sudah mulai habis). Jumlah seluruh host tersebut didapatkan dari 256
(didapat dari 8 bit) dan dipangkatkan 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga
nilai maksimal dari alamat Ipv4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai
dihitung dari nol sehingga nilai host yang dapat ditampung adalah 256 x 256 x
256 x 256 = 4.294.967.296 host.
Representasi Alamat
Alamat IPv4 biasanya ditulis
dalam notasi desimal bertitik yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8
bit. Pada beberapa referensi, format IPv4 bentuknya adalah W.X.Y.Z. Karena
setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255
(walaupun sebenarnya ada nilai yang tidak boleh dipakai).
xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
oktet 1 oktet 2 oktet 3 oktet 4
W
X
Y Z
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat
dibagi dengan menggunakan subnet mask ke dalam 2 bagian :
1.
Network Identifier atau Network Address (alamat jaringan) yang
digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Network Identifier harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork.
Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan
menggunakan network identifier yang sama, maka akan terjadi masalah yang
disebut routing error. Alamat network identifier tidak boleh
bernilai 0 atau 255.
2.
Host identifier atau Host address (alamat host) yang digunakan
khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server
atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai
HostID tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam NetID
di mana ia berada.
Penulisan IP-Address terbagi atas 4 angka, yang
masing-masing mempunyai nilai maksimum 255 (yaitu nilai maksimum dari 8 bit : 28).
IP-Address : 255.255.255.255
Karena setiap angka
merepresentasikan 8 bit, maka jumlah total IP-Address adalah 32 bit ditulis
sebagai berikut :
00000000 00000000 00000000
00000000
11111111 11111111 11111111
11111111
Jenis-jenis alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai
berikut:
1. Alamat
Unicast, merupakan alamat IPv4 yang diresmikan kepada sebuah antarmuka jaringan
yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan
dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
2. Alamat
Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain supaya diproses oleh
setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast
digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
3. Alamat
Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain supaya diproses oleh satu atau
beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau beda. Alamat multicast
digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-Kelas Alamat :
IP versi 4 dibagi ke dalam
beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada teble
berikut. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner
yang terdapat dalam oktet pertama (merupakan 8 bit pertama
dari keseluruhan 32 bit / high-order bit ) namun supaya kita mudah mengingatnya
dapat dengan representasi desimal.
|
Kelas Alamat IP |
Oktet pertama (dalam desimal) |
Oktet pertama (dalam biner) |
Digunakan Oleh |
|
Kelas A |
1-126 |
0xxx xxxx |
Alamat unicast untuk skala
besar |
|
Kelas B |
128-191 |
10xx xxxx |
Alamat unicast untuk skala
sedang hingga besar. |
|
Kelas C |
192-223 |
110x xxxx |
Alamat unicast untuk jaringan
skala kecil. |
|
Kelas D |
224-239 |
1110 xxxx |
Alamat multicast |
|
Kelas E |
240-255 |
1111 xxxx |
Direservasikan, sebagai
alamat percobaan (eksperimen) |
Kelas A
Alamat Ipv4 kelas A hanya
diberikan pada jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat
IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit
berikutnya dapat di isi dengan nilai yang bebas dan akan membuat sebuah network
identifier. 24 bit sisanya (3 oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Ini mengizinkan kelas A untuk dapat membuat hingga 126
jaringan dan 16.777.214 host tiap jaringan.
0xxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
Network identifier Host identifier
Juga sebagai tambahan, alamat
dengan oktet awal 127 tidak diizinkan karena digunakan untuk mekanisme Interprocess
Communication (cara atau mekanisme pertukaran data antara satu proses
dengan proses lainnya, baik itu proses yang berada di dalam komputer yang sama,
atau komputer jarak jauh yang terhubung melalui jaringan) di dalam mesin yang
bersangkutan.
Juga jaringan dengan alamat 127.0.0.1 tidak
dapat dipakai karena digunakan sebagai alamat “loopback” yaitu alamat IP untuk
diri sendiri.
Rentang angka : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 16.777.216
Jumlah maksimal jaringan : 128
Kelas B
Alamat-alamat kelas B biasanya
digunakan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di
dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. Dan
14 bit berikutnya (hingga terlengkapilah 2 oktet pertama) dapat diisi dengan
nilai bebas, sehingga akan membuat network identifier. 16 bit sisanya
(merupakan 2 oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. IPv4
kelas B dapat membuat 16.384 network dan 65.534 host untuk setiap networknya.
10xxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
Network identifier Host identifier
Rentang angka : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 1.048.576
Jumlah maksimal jaringan : 16.384
Kelas C
Alamat IP kelas C hanya
digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama dalam oktet pertama
selalu diset ke nilai biner 110. Lalu untuk 21 bit selanjutnya
(sehingga dapat melengkapi 3oktet pertama) akan membentuk sebuah network
identifier. 8 bit sisanya yang merupakan oktet terakhir akan
merepresentasikan host identifier. Pada kelas C ini
memungkinkan terbentuk 2.097.152 buah network dan 254 host untuk tiap-tiap
network nya.
110xxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx
Network identifier Host identifier
Rentang angka : 192.0.0.0 – 223.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 65.536
Jumlah maksimal jaringan : 2.097.152
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan
hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas
seperti di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan
biner 1110. Dan 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan
untuk mengenali host.
Rentang angka : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisikan
Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan
sebagai alamat “eksperimental” dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan.
Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. Dan 28 bit sisanya
digunakan untuk mengenali host.
Rentang angka : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisikan
Untuk mempermudah memahami penjelasan
kelas-kelas di atas dapat kita buat tabel sebagai berikut :
|
Kelas Alamat |
Nilai Oktet Pertama |
Bagian untuk Network
Identifier |
Bagian untuk Host Identifier |
Jumlah jaringan maksimum |
Jumlah host dalam satu
jaringan maksimum |
|
Kelas A |
1-126 |
W |
X Y Z |
126 |
16.777.214 |
|
Kelas B |
128-191 |
W X |
Y Z |
16.384 |
65.534 |
|
Kelas C |
192-223 |
W X Y |
Z |
2.097.152 |
254 |
|
Kelas D |
Multicast IP Address |
Multicast IP Address |
Multicast IP Address |
Multicast IP Address |
Multicast IP Address |
|
Kelas E |
Eksperimen |
Eksperimen |
Eksperimen |
Eksperimen |
Eksperimen |
http://blogbebasok.blogspot.com/2010/09/ip-versi-4-ipv4.html
https://blog.webiptek.com/2019/08/ipv4.html
http://p2k.unhamzah.ac.id/id1/2-3073-2970/Alamat-Ip-Versi-4_27375_p2k-unhamzah.html
https://www.niagahoster.co.id/blog/ip-address-adalah/
https://www.ekrut.com/media/ip-address-adalah
https://s2phost.web.id/mengenal-alamat-ip-versi-4-ipv4/
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-ip-address/