LAPORAN PRATIKUM
JARINGAN KOMPUTER TEKNIK PENGKABELAN
TUGAS 2
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah jaringan komputer
Tahun
Akademik 2021/2022
Oleh
ARINA TASYA KAMILA
2101093002
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN TEKNIK INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI PADANG
PADANG
2022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
·
Mahasiswa mampu memahami pembuatan kabel
Straight dan Cross.
·
Mahasiswa mampu memahami langkah-langkah
pembuatan kabel straight dan cross.
·
Mahasiswa mampu memahami sistem pengkabelan
dalam membangun sebuah jaringan LAN.
BAB II
DASAR TEORI
Jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah perangkat yang
dapat saling berkomunikasi satu sama lain (Forouzan). Agar dapat saling
berkomunikasi maka harus ada penghubung agar dapat saling berkomunikasi. Media
penghubung tersebut berupa media transmisi. Seiring dengan perkembangan
teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa. Mulai
dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi
serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga
sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi kelas rendah
(seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga menggunakan teknologi tinggi
(seperti laser dan serat optik).
Dalam jaringan LAN, kabel data yang sering digunakan untuk komunikasi
antara komputer dengan komputer dan komputer dengan perangkat jaringan lainnya
adalah Kabel UTP. Alasan yang membuatnya sering digunakan pada jaringan LAN
adalah harganya yang relative murah serta mudah didapat, dan juga kabel UTP ini
bisa diandalkan untuk sebatas jaringan LAN.
Penjelasan
Alat dan Bahan
§ Kabel
UTP
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) digunakan untuk LAN dan
sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga
yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan
jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor
modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi
melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Pemasangan
kabel UTP ini memiliki 2 cara yaitu stright dan cross over.
Kabel stright digunakan untuk mengkoneksikan device yang
berbeda sedangakan kabel cross over untuk device yang
sama. Sebuah standard yang mengatur masalah penyusunan kabel UTP,
yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.
§ Tank
Crimping (Crimping tool)
Tank krimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk
menjepit ujung konektor, dan ini sangat penting sekali bagi kita yang
ingin belajar cara mengkrimping kabel, alat ini bentuknya hampir sama
dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.
§ Connector
RJ45
Konektor kabel adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP
tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.
§ Cable
Tester
Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan
kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak
akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable
Tester akan menyala dengan otomatis.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan
PENYUSUNAN
KABEL UTP STRAIGHT THROUGH DAN CROSS OVER
Kabel Straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki
cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang
lainnya. kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang
berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai
dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang
juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:
Urutan
pengkabelan Straight TIA/EIA 568A Wiring :
Urutan Ujung Kabel
A: Urutan Ujung Kabel B:
1.
1. Putih Hijau 1.
Putih Hijau
2.
2. Hijau 2. Hijau
3.
3. Putih Orange 3. Putih Orange
4.
4. Biru 4. Biru
5.
5. Putih Biru 5. Putih Biru
6.
6. Orange 6. Orange
7.
7. Putih Coklat 7. Putih Coklat
8.
8. Coklat 8. Coklat
Urutan
pengkabelan Straight TIA/EIA 568B Wiring :
Urutan Ujung Kabel
A: Urutan Ujung Kabel B:
1.
Putih Orange 1. Putih orange
2.
Orange 2. orange
3.
Putih Hijau 3. Putih hijau
4.
Biru 4. Biru
5.
Putih Biru 5. Putih Biru
6.
Hijau 6. Hijau
7.
Putih Coklat 7. Putih Coklat
8.
Coklat 8. Coklat
Kabel Cross Over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki
susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over
digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah
adalah susunan standar kabel cross over.
Urutan
pengkabelan CrossOver TIA/EIA 568B Wiring :
Urutan Ujung Kabel
A: Urutan Ujung Kabel B:
1. Putih Orange 1. Putih
hijau
2. Orange 2. Hijau
3. Putih Hijau 3. Putih
orange
4. Biru 4. Putih Coklat
5. Putih Biru 5. Coklat
6. Hijau 6. Orange
7. Putih Coklat 7. Biru
8. Coklat 8. Coklat
Langkah
Pembuatan Kabel UTP Straight
1. Kupas
ujung kabel sekitar 2 cm menggunakan tang krimping, sehingga kabel
kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
2. Pisahkan
kabel-kabel tersebut dan luruskan. Pilih dengan susunan TIA/EIA 568B. Kemudian
susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih,
Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian
ujungnya menggunakan tang krimping sehingga rata satu sama lain.
3. Susunan
kabel UTP tipe straight bisa dilihat pada gambar di bawah:
4. Setelah
kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari
jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap kita.
Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya
5. Kemudian
masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan kabel
straight tadi yaitu :
• Orange
Putih pada Pin 1
• Orange
pada Pin 2
• Hijau
Putih pada Pin 3
• Biru
pada Pin 4
• Biru
Putih pada Pin 5
• Hijau
pada Pin 6
• Coklat
Putih pada Pin 7
• Coklat
pada Pin 8.
6. Masukkan
kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.
7. Masukan
Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping
yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang
jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel.
Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.
8. Sekarang kita sudah
selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang
kedua, langkah-langkahnya sama pada nomor 1-7 dengan pemasangan ujung
kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack
RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
9. Kalau
sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke
alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua,
dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses.
Kabel
straight UTP yang telah terpasang dengan baik dapat dimanfaatkan untuk :
•
Menghubungkan antara computer dengan switch
•
Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
•
Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
•
Menghubungkan switch ke router
•
Menghubungkan hub ke router
Contoh
penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut
•
Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
•
Menghubungkan 2 buah switch
•
Menghubungkan 2 buah hub
•
Menghubungkan switch dengan hub
•
Menghubungkan komputer dengan router
Dari
8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun
cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data,
yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
TROUBLE
SHOOTING
Kesalahan pada
pemasangan kadang sering tidak diketahui, baru diketahui saat diuji di cable
tester dan jika salah harus mengulangi lagi proses dari awal hal ini
menyia-nyiakan waktu dan bahan. Maka ada baiknya sebelum mengunci konektor
dengan kabel periksa terlebih dahulu apakah kabel sudah benar urutannya.
Kalau ada salah
satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada
masalah. Cara paling mudah yaitu tekan (press) lagi pin Jack RJ-45
menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan
tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah
1-1 atau belum
Permasalahan
Yang Timbul
· Kabel
bagian dalam sering terputus saat memutuskan kabel bagian luarnya.
· Kabel
dibagian dalam terkadang tidak tepat lurus kedalam konektor.
· Kabel
yang tidak rata dan sejajar saat dimasukan kedalam konektor.
· Ketidak
ketelitian dalam menyusun warna kabel.
· Saat
crimping, tidak memerhatikan pin mana yang belum tertekan kedalam, karna
terkadang salah satu pin emas tidak tepat dengan crimping nya.
· Tidak
memperhatikan lampu yang menyala pada cabel tester dengan teliti.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Untuk membangun jaringan LAN dibutuhkan crimping tool, LAN
tester, kabel UTP, konektor RJ45 dan lebih dari 1
komputer dan IP address dari komputer-komputer yang tersambung harus
dalam satu kelas. Saat merangkai kabel UTP, kabel straight memiliki urutan
teknik pengkabelan yang sama antar ujungnya. Sedangkan cross over berbeda
berdasarkan urutan warna yang telah distandarisasi.




