Selasa, 22 Maret 2022

Laporan Jaringan Komputer 2 (Praktek)

 

LAPORAN PRATIKUM JARINGAN KOMPUTER TEKNIK PENGKABELAN

TUGAS 2

 

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah jaringan komputer

Tahun Akademik 2021/2022

 

Oleh

ARINA TASYA KAMILA

2101093002




 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

JURUSAN TEKNIK INFORMASI

POLITEKNIK NEGERI PADANG

PADANG

2022



BAB I

PENDAHULUAN

1.1   Tujuan

·        Mahasiswa mampu memahami pembuatan kabel Straight dan Cross.

·        Mahasiswa mampu memahami langkah-langkah pembuatan kabel straight dan cross.

·        Mahasiswa mampu memahami sistem pengkabelan dalam membangun sebuah jaringan LAN.

 

 

 

BAB II

DASAR TEORI

Jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah  perangkat yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain (Forouzan).  Agar dapat saling berkomunikasi maka harus ada penghubung agar dapat saling berkomunikasi. Media penghubung tersebut berupa media transmisi. Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa. Mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi kelas rendah (seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga menggunakan teknologi tinggi (seperti laser dan serat optik).  

Dalam jaringan LAN, kabel data yang sering digunakan untuk komunikasi antara komputer dengan komputer dan komputer dengan perangkat jaringan lainnya adalah Kabel UTP. Alasan yang membuatnya sering digunakan pada jaringan LAN adalah harganya yang relative murah serta mudah didapat, dan juga kabel UTP ini bisa diandalkan untuk sebatas jaringan LAN.

Penjelasan Alat dan Bahan

§ Kabel UTP

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Pemasangan kabel UTP ini memiliki 2 cara yaitu stright dan cross over. Kabel stright digunakan untuk mengkoneksikan device yang berbeda sedangakan kabel cross over untuk device yang sama.  Sebuah standard yang mengatur masalah penyusunan kabel UTP, yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.

 

§ Tank Crimping (Crimping tool)

Tank krimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor, dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengkrimping kabel, alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.

 

 

§ Connector RJ45

Konektor kabel adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.

 

§ Cable Tester

Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis.

 

 



BAB III

PEMBAHASAN    

3.1 Pembahasan

PENYUSUNAN KABEL UTP STRAIGHT THROUGH DAN CROSS OVER

Kabel Straight

  Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:



 

 

Urutan pengkabelan Straight TIA/EIA 568A Wiring :

Urutan Ujung Kabel A:  Urutan Ujung Kabel B:

1.           1. Putih Hijau             1. Putih Hijau

2.           2. Hijau                        2. Hijau

3.           3. Putih Orange          3. Putih Orange

4.           4. Biru                         4. Biru

5.           5. Putih Biru               5. Putih Biru

6.           6. Orange                   6. Orange

7.           7. Putih Coklat          7. Putih Coklat

8.           8. Coklat                     8. Coklat

Urutan pengkabelan Straight TIA/EIA 568B Wiring :

Urutan Ujung Kabel A:  Urutan Ujung Kabel B:

1.           Putih Orange     1. Putih orange

2.           Orange                2. orange

3.           Putih Hijau         3. Putih hijau

4.           Biru                     4. Biru

5.           Putih Biru           5. Putih Biru

6.           Hijau                    6. Hijau

7.           Putih Coklat       7. Putih Coklat

8.           Coklat                  8. Coklat

Kabel Cross Over

  Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.




 

Urutan pengkabelan CrossOver  TIA/EIA 568B Wiring :

Urutan Ujung Kabel A: Urutan Ujung Kabel B:
1. Putih Orange      1. Putih hijau
2. Orange                2. Hijau
3. Putih Hijau         3. Putih orange
4. Biru                      4. Putih Coklat
5. Putih Biru           5. Coklat
6. Hijau                    6. Orange
7. Putih Coklat        7. Biru
8. Coklat                  8. Coklat

 

Langkah Pembuatan Kabel UTP Straight

1. Kupas ujung kabel sekitar 2 cm menggunakan tang krimping, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.

2. Pisahkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Pilih dengan susunan TIA/EIA 568B. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya menggunakan tang krimping sehingga rata satu sama lain.

3. Susunan kabel UTP tipe straight bisa dilihat pada gambar di bawah:


 

4. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap kita. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya


 

5. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan kabel straight tadi yaitu :

• Orange Putih pada Pin 1

• Orange pada Pin 2

• Hijau Putih pada Pin 3

• Biru pada Pin 4

• Biru Putih pada Pin 5

• Hijau pada Pin 6

• Coklat Putih pada Pin 7

• Coklat pada Pin 8.

6. Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.

7. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.

8. Sekarang kita sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama pada nomor 1-7 dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.

9. Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses.

 

Kabel straight UTP yang telah terpasang dengan baik dapat dimanfaatkan untuk :

• Menghubungkan antara computer dengan switch

• Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL

• Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL

• Menghubungkan switch ke router

• Menghubungkan hub ke router

 

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut

• Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung

• Menghubungkan 2 buah switch

• Menghubungkan 2 buah hub

• Menghubungkan switch dengan hub

• Menghubungkan komputer dengan router

 

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

 

TROUBLE SHOOTING

Kesalahan pada pemasangan kadang sering tidak diketahui, baru diketahui saat diuji di cable tester dan jika salah harus mengulangi lagi proses dari awal hal ini menyia-nyiakan waktu dan bahan. Maka ada baiknya sebelum mengunci konektor dengan kabel periksa terlebih dahulu apakah kabel sudah benar urutannya. 

 

Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu tekan (press) lagi pin Jack RJ-45  menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1  atau belum

 

Permasalahan Yang Timbul

· Kabel bagian dalam sering terputus saat memutuskan kabel bagian luarnya.

· Kabel dibagian dalam terkadang tidak tepat lurus kedalam konektor.

· Kabel yang tidak rata dan sejajar saat dimasukan kedalam konektor.

· Ketidak ketelitian dalam menyusun warna kabel.

· Saat crimping, tidak memerhatikan pin mana yang belum tertekan kedalam, karna terkadang salah satu pin emas tidak tepat dengan crimping nya.

· Tidak memperhatikan lampu yang menyala pada cabel tester dengan teliti.

 




BAB IV

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Untuk membangun jaringan LAN dibutuhkan crimping tool, LAN tester, kabel UTP, konektor RJ45 dan lebih dari 1 komputer dan  IP address dari komputer-komputer yang tersambung harus dalam satu kelas. Saat merangkai kabel UTP, kabel straight memiliki urutan teknik pengkabelan yang sama antar ujungnya. Sedangkan cross over berbeda berdasarkan urutan warna yang telah distandarisasi.



Sabtu, 19 Maret 2022

Konsep Dasar Jaringan Komputer

 

Konsep Dasar jaringan Komputer

 

 A. Pengertian

        Jaringan komputer adalah hubungan antara 2 komputer atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersamasama.

 

B. Tujuan Membangun Jaringan Komputer

        Membawa informasi secara tepat, tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) maupun sisi penerima (receiver) melalui media komunikasi.

 

C. Klasifikasi Jaringan Komputer 

 

    1. Berdasarkan Tipe

            a. Jaringan Client Server

                Dalam jaringan ini satu komputer berfungsi sebagai pusat pelayanan (server)                 dan komputer yang lain berfungsi meminta pelayanan (client). Saat ini, sebagian                 besar jaringan menggunakan model client/server. Sesuai dengan namanya,                         Client-    Server berarti adanya pembagian kerja pengolahan data antara client                 dan server. 

            Keuntungan jaringan client server: 

            ·       Memberikan keamanan yang lebih baik.

            ·       Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya                         disentralkan.

            ·        Semua data dapat diback up pada satu sentral.

            Kerugian jaringan client server:

            ·       Membutuhkan software NOS yang mahal.

            ·       Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server.

            ·       Membutuhkan administrator yang profesional.

            b. Jaringan Peer-to-Peer 

                Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, dan semua                         komputer dapat berfungsi sebagai client dan server dalam satu saat yang                         bersamaan. Pengguna masing-masing komputer bertanggung jawab terhadap                     administrasi resource komputer (dengan membuat nama user, membuat share,                 menandai ijin mengakses share tersebut).

            Keuntungan jaringan peer-to-peer:

            ·       Pelaksanaan tidak teralu mahal 

            ·       Tidak membutuhkan software server NOS (Network Operating System).

            ·       Tidak membutuhkan admiistrator network yang handal.

            Kerugian jaringan peer-to-peer:

            ·       Tidak cocok untuk network skala besar

            ·       Tiap user harus dilatih menjalankan tugas administratif.

            ·       Keamanannya kurang.

 

    2. Berdasarakan Luas Area

a.    LAN (Local Area Network)

    • ·       Yaitu tipe jaringan yang didesain untuk beroperasi di area terbatas,
    • ·       Koneksi antar perangkat saling berdekatan,
    • ·    Menyediakan fulltime konektivitas, hal ini mampu dilakukan karena perangkat yang dicover hanya terbatas dan ruang lingkupnya juga kecil, sehingga potensi pengaruh gangguannya juga kecil.
    • ·    Kendali jaringan dibawah administrasi lokal, sehingga admin yang membangun jaringan mempunyai kewenangan penuh untuk mengontrol jaringannya, entah itu topologinya, susunan perangkatnya, dsb.

            Keuntungan jaringan LAN: 

            ·       Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).

            ·       Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).

            ·      File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol. 

            ·       Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.




            b.  MAN (Metropolitan Area Network)

    • ·       Meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi,
    • ·       Menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkup area yang lebih besar, atau dapat juga diartikan MAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN.
    • ·    Contoh; jaringan Bank, yang mana beberapa kantor cabang dalam kotanya saling berhubungan, entah itu dihubungkan dengan kabel (wire) ataupun tanpa kabel (wireless).

 



c.    WAN (Wide Area Network) 

    ·       Beroperasi pada area geografi yang luas

    ·       Terdiri dari beberapa jaringan lokal di masing-masing daerah yang saling dihubungkan, atau dapat juga diartikan sebagai kumpulan dari beberapa titik MAN.

    ·       Hubungan antar LAN menggunakan teknologi serial. Dengan beragamnya jenis data yang ditransmisikan, maka harus dipastikan bahwa hubungan antar titik berlangsung dengan baik, oleh sebab itu, teknologi yang cocok diterapkan adalah SERIAL.

    ·       Peralatan jaringan tersebar pada area yang luas.



 


d.    INTERNET

    • ·       Merupakan jaringan global atau dunia
    • ·    Gabungan dari jaringan-jaringan kecil di dunia, atau dapat juga diartikan sebagai kumpulan dari beberapa titik WAN.
    • ·       Dengan policy yang sama, memungkinkan beberapa OS dan aplikasi bisa saling berkomunikasi.

 



 

 

 

 

 

 

 

    3. Topologi Jaringan

            a. Topologi Bus



Topologi bus merupakan topologi yang mempuyai kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. 
Keunggulan topologi bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. 

Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

            b. Topologi Ring



Pada topologi ring, semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Keunggulan topologi ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat. 

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.

            c. Topologi Star



Topologi model ini didesain dimana setiap node (file server, workstation, dan perangkat lainnya) terkoneksi ke jaringan melewati sebuah hub atau concentrator. Data yang terkirim ke jaringan akan melewati hub/concentrator sebelum melanjutkan ke tempat tujuannya. Hub ataupun concentrator akan mengatur dan mengontrol keseluruhan fungsi jaringan. Dia juga bertindak sebagai repeater/penguat aliran data. Konfigurasi pada jaringan model ini menggunakan kabel Tweisted pair, dan dapat digunakan bersama kabel koaksial atau kabel fiber optic. 

Keunggulan dari topologi star adalah dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan.

Kelemahan topologi star:

·       Kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

·       Lebih mahal daripada topologi linear/bus karena biaya untuk pengadaan hub dan konsentrator.

·       Membutuhkan hub atau concentrator, dan bilamana hub atau konsentrator tersebut jatuh atau rusak node-node yang terkoneksi tidak terdeteksi.

            d. Topologi Tree



Topologi tree dapat berupa gabungan dari toplogi star dan topologi bus.

Keuntungan topologi Tree:

·       Instalasi jaringan aari titik ketitik pada masing-masing segmen.

·       Didukung oleh banyak perangkat keras dan perngkat luinak.

Kelemahan topologi tree:

·       Keseluruhan panjang kabel pada tiap-tiap segmen dibatasi oleh tipe kabel yang digunakan.

·       Jika jaringan utama/backbone rusak, keseluruhan segemen ikut jatuh juga.

·       Sangat sulit untuk di konfigurasi dan juga untuk pengkabelannya dibandingkan topologi jaringan model lain.

            e. Topologi Mashed



Topologi ini juga disebut sebagai jaring, karena setiap komputer akan berhubungan pada tiap-tiap komputer lain yang tersambung. Topologi ini jarang sekali diterapkan dalam LAN karena alasan pemborosan kabel dan sulitnya instalasi, selain itu juga sulit mendeteksi keamanannya. Biasanya model ini diterapkan pada WAN atau internet sehingga disebut sebagai topologi web. 

Keuntungannya bahwa kita bisa melakukan komunikasi data melalui banyak jalur, jika jalur satu terputus, maka kita bisa menggunakan jalur yang lain. 

 

    4. Transmisi Data

            a. Media Transmisi

1) Kabel (wired), jenis-jenisnya:

·       kabel pilin, yaitu UTP (Unsbielded Twisted Pair) dan STP  (Sbielded Twisted Pair).

·       Koaksial, contohnya kabeTV. 

·       Serat Optik, memiki Kapasitas paling besar.

2) Nirkabel (wireless), bisa dengan:

·       Radio

·       Microwave, contohnya WaveLAN

·       Inframerah

            b. Kapasitas Transmisi

Bandwidth: Banyaknya bit data yang dapat ditransmisikan persatuan waktu, dinyatakan dalam bps (bit per second).

             c. jenis Transmisi Data

·       Transmisi satu arah (simplex), contohnya radio.

·       Transmisi dua arah bergantian (half diplex), contohnya HT.

·        Transmisi dua arah bersamaan (full duplex), contohnya telepon.

            d. Arah Transmisi

·       Unicast, dari satu titik ke titk lain. Contohnya telepon. 

·       Multicast, dari satu ke beberappa titik. Contohnya server internet.

·       Broadcast, dari satu titik ke semua arah. Contohnya pemancar televisi. 

 

D. Protokol Komunikasi

        Protokol komunikasi merupakan sekumpulan aturan yang memungkinkan beberapa media, platform atau aplikasi yang berbeda-beda dapat saling berkomunikasi dengan benar. Contoh:

TCP/IP (Transfer Control Protocol / Internet Protocol), merpakan protokol yang digunakan di interenet. Dalam TCP/IP tersedia juga beberapa jasa seperti HTTP (Hypertext Transfer protocol), FTP (File Transfer Protocol), e-mail. telnet (remote login), dan lain-lainl.

SPX/IPX, digunakan pada LAN sistem operasi jaringan Novel Netware.

X25, biasa digunakan oleh jaringan perbankan (cabang online, ATM, dan lain-lain)

 

E. Manfaat/Keuntungan Jaringan Komputer

Transaksi dapat dilakukan di tempat yang berbeda dengan tempat pengolahan data.

Resorce Sharing (penggunaan sumber daya bersama), dapat mengoptimalkan pengguanaan sumber daya, mulai dari prosesor, memori, storage, peripheral (printer, CD ROM, dan lain-lain)

Memungkinkan pengendalian terpusat atas berbagai sumber yang tersebar.

Memungkinkan kolaborasi antar pengguna, melalui e-mail. newsgroup, dan sebagainya.

Memungkinkan backup aatu replikasi untuk antisipasi kerusakan



https://hanafi29.files.wordpress.com/2010/09/konsep-dasar-jaringan-komputer.pdf

https://www.smktarunabangsa.sch.id/artikel/detail/konsep-dasar-jaringan-komputer-

https://repository.unikom.ac.id/35856/1/1-%20KONSEP%20DASAR%20JARINGAN%20KOMPUTER-Slide.pdf

http://potrojaya.blogspot.com/2015/08/konsep-dasar-jaringan-komputer-1.html

https://repository.dinus.ac.id/docs/ajar/KONSEP_JARKOM.pdf

 

Kamis, 17 Maret 2022

Perangkat Jaringan Komputer

 

PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER

 

          Jaringan computer adalah dua atau lebih perangkat komputer yang saling terhubung atau terkoneksi antara satu dengan yang lain dan digunakan untuk berbagai sumber data.  
  

Perangkat Jaringan Komputer dan Fungsinya

 

1. Server





Server merupakan sebuah perangkat atau komputer khusus yang menyediakan berbagai layanan atau service pada client yang terhubung dengannya. Umumnya server dibekali dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi, terutama dari segi processor (bisanya menggunakan Intel Xeon) dan RAM-nya (Rata-rata 16GB lebih).

Karena harus melakukan kegiatan multitasking yang cukup berat, maka tidak heran jika untuk membangun komputer server diperlukan biaya yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, sistem operasi yang digunakan juga khusus yakni Windows Server atau Linux Debian.

2. Router



Router merupakan perangkat jaringan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga data dapat dikirim dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan menggunakan router, kita bisa menghubungkan dua jaringan yang berbeda, contoh 192.168.2.0/24 dapat terhubung dengan jaringan 200.200.200.0/24.

Sekilas cara kerja router bisa dibilang mirip dengan bridge, yakni sama-sama meneruskan paket data, membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan tersebut, hanya saja router berada pada lapisan ketiga OSI.

3. NAS (Network Attached Storage)



Network Attached Storage atau yang disingkat dengan NAS merupakan perangkat storage yang terhubung dengan jaringan utama sehingga ketika komputer client membutuhkan penyimpanan tambahan, maka peran NAS ini akan dibutuhkan.

Cara kerja NAS ini hampir mirip dengan layanan cloud storage namun bersifat pribadi (lokal) sehingga hanya komputer client (yang terhubung di jaringan kantor / perusahaan) yang bisa mengaksesnya. Harga NAS ini cukup mahal, mulai dari 2jutaan sampai dengan 60jutaan lebih, tergantung merk dan spesifikasinya.

 

4. Wireless Card



Wireless card merupakan salah satu perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua device secara nirkabel atau tanpa menggunakan media kabel. Dengan menggunakan wireless card, dua komputer atau lebih dapat saling terhubung melalui jaringan wifi, tanpa harus menggunakan kabel jaringan.

Laptop saat ini kebanyakan sudah dilengkapi dengan wireless card didalamnya, jadi kita tidak perlu membelinya secara terpisah, berbeda dengan komputer yang terlebih dahulu kita harus membelinya secara terpisah. Meskipun begitu, jika wireless card bawaan laptop anda bermasalah, anda dapat menggunakan USB Wireless Adapter untuk mengatasinya.

5. LAN Card



Sama halnya dengan perangkat jaringan yang lain, LAN card juga berfungisi menghubungkan dua atau lebih komputer dengan menggunakan media kabel. Perangkat ini biasanya banyak digunakan dalam jaringan LAN.

LAN card juga bertugas mengubah aliran data yang berbentuk paralel menjadi bentuk serial, sehingga dapat ditransmisikan melalui media jaringan seperti kabel UTP. Umumnya LAN Card telah terpasang secara on-board pada motherboard komputer atau laptop, namun ada juga yang harus terlebih dahulu dipasang pada slot (slot ISA atau PCI Express) yang sudah disediakan oleh motherboard.

6. USB WiFi Adapter

 



WiFi Adapter bertipe USB telah banyak beredar di pasaran. USB WiFi Adapter dapat dijadikan solusi bagi anda yang galau karena Wifi Card bawaan laptop atau komputer anda bermasalah sehingga anda tidak bisa terhubung dengan jaringan Wifi (hotspot).

Fungsi USB WiFi Adapter sama persis dengan Wifi Card pada umumnya bedanya perangkat ini memiliki mobilitas yang cukup tinggi, tinggal dicolokkan pada port USB maka bisa langsung digunakan (dengan terlebih dahulu menginstall drivernya). Kisaran harga untuk USB WiFi Adapter adalah Rp. 300.000 sampai Rp. 600.000 bergantung pada merk dan spesifikasinya.

 

 

 

7. Modem



Modulator demodulator atau yang sering disingkat dengan modem merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.

Data yang diberikan kepada komputer ke modem umumnya berbentuk sinyal digital. Maka dari itu, ketika modem mendapatkan data berbentuk sinyal analog, modem harus merubahnya terlebih dahulu menjadi sinyal digital agar dapat diproses lebih lanjut oleh komputer. Ada banyak jenis modem yang bisa kita jumpai, semisal modem ADSL, modem USB, modem Mifi dan lain sebagainya.

8. Bridge



Bridge merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas suatu jaringan sekaligus membuat sebuah segmen jaringan. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen network. Kemudian Bridge akan menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data tertentu saja.

Cara kerja bridge yaitu mengenali alamat MAC yang mentransmisi sebuah data ke jaringan, kemudian bridge akan membuat tabel internal secara otomatis, dimana tabel ini dapat menentukan segmen mana yang akan dirouting maupun yang akan difilter.

9. Hub



Hub merupakan salah satu perangkat jaringan yang bertugas mengubah sinyal transmisi jaringan, dimana hal tersebut dimaksudkan agar kedua komputer atau lebih dapat saling terhubung.

Hub tidak dapat mengatur alur jalannya suatu data, sehingga setiap paket data yang melewati hub akan dibroadcast ke semua port sampai paket data yang dimaksud sampai ke tujuan. Hal inilah membuat paket data yang dikirim mengalami collision atau tabrakan data. Untuk saat ini, penggunaan Hub sangat jarang karena kebanyakan orang lebih memilih Switch karena fiturnya yang lebih kompleks ketimbang Hub.

10. Switch



Switch merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub, tetapi perangkat ini ‘lebih pintar’ dari hub karena dapat mengatasi masalah collision data. Tidak hanya itu, switch juga memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan transfer data maupun luas jaringan yang jauh lebih bagus dari hub.

Selain itu, switch tidak hanya digunakan untuk membagi sinyal tetapi juga memfilter paket data kemudian meneruskannya ke jaringan yang dituju. Switch paling sering digunakan pada ruangan lab komputer atau ruangan kantor dimana masing-masing komputer client terhubung dengannya terlebih dahulu (melalui kabel LAN) sebelum terhubung dengan router.

11. Kabel Jaringan



Kabel jaringan merupakan media transmisi berbentuk kabel yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih untuk saling bertukar data satu sama lain. Meskipun kini terdapat banyak media transmisi nirkabel (wireless), penggunaan kabel jaringan (wired) masih tetap populer dan masih banyak peminatnya.

Ada beberapa jenis kabel yang biasa digunakan, seperti kabel UTP, STP, Coaxial maupun fiber optik. Biasanya, jenis kabel yang digunakan tergantung pada jenis jaringan dan perangkat yang digunakan. Misalnya untuk menghubungkan komputer dengan switch, hub atau router, maka jenis kabel yang paling sering digunakan adalah kabel UTP.

 

 

12. Repeater



Repeater adalah perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas jangkauan sinyal wifi dari server agar perangkat lain bisa terhubung. Cara kerja dari repeater itu sendiri adalah dengan menerima sinyal dari server, kemudian memancarkannya kembali dengan jangkauan yang lebih luas dan kuat, dengan kata lain sinyal yang lemah dapat dipancarkan kembali menjadi lebih kuat dan luas.

Perangkat repeater ini sangat cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan penyebaran jaringan wifi yang merata seperti perkantoran, apartemen, hotel, kos-kosan dan lain sebagainya.

13. Access Point­

 



Access point ini terdiri dari antenna dan transceiver yang digunakan untuk transmisi dan menerima sinyal dari client atau sebaliknya. Dengan adanya AP ini, kita dapat terhubung dengan jaringan LAN secara nirkabel.

Dengan kata lain, access point ini berfungsi menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda, yaitu antara jaringan wireless dan jaringan LAN. Tidak hanya itu, dengan access point ini kita juga dapat membuat hotspot yang memungkinkan pengguna lain terhubung dan bertukar data melalui jaringan hotpsot yang telah kita buat.

14. CCTV



CCTV (Closed Circuit Television) merupakan perangkat kamera video digital yang digunakan untuk merekam (recording) dan mengirimkan sinyal video dari suatu ruangan (tempat dimana CCTV dipasang) ke layar monitor.

Hasil rekaman CCTV umumnya akan disimpan di harddisk atau NVR yang kemudian bisa diakses melalui komputer atau bahkan melalui smartphone. CCTV ini merupakan perangkat jaringan yang cukup penting, terutama untuk memantau dan mengawasi suatu ruangan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kemalingan dan lain-lain..

15. Network Video Recorder



Network Video Recorder atau NVR merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk menyimpan rekaman yang telah dilakukan oleh kamera CCTV. Umumnya distribusi data video atau gambar dari CCTV ke NVR dilakukan melalui jaringan LAN.

Setiap perangkat NVR memiliki fitur web interface yang memungkinkan administrator jaringan untuk melakukan pengaturan seperti menambahkan pengguna baru, mengetahui sisa kapasitas harddisk, melakukan connect / disconnect pada salah satu atau beberapa CCTV yang terhubung dan lain sebagainya.

 

http://www.dataglobal.co.id/perangkat-jaringan-komputer/

https://mediaindonesia.com/teknologi/433330/jaringan-komputerpengertian-jenis-transmisi-dan-topologi

https://www.sekawanmedia.co.id/blog/pengertian-jaringan-komputer/

https://qwords.com/blog/perangkat-keras-jaringan/

https://netmonk.id/jenis-jenis-perangkat-jaringan-1 

 

Cisco Packet tracer simulator

  Laporan Pratikum cisco packet tracer simulator I. Landasan Teori      Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering ...