Selasa, 22 Maret 2022

Laporan Jaringan Komputer 2 (Praktek)

 

LAPORAN PRATIKUM JARINGAN KOMPUTER TEKNIK PENGKABELAN

TUGAS 2

 

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah jaringan komputer

Tahun Akademik 2021/2022

 

Oleh

ARINA TASYA KAMILA

2101093002




 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

JURUSAN TEKNIK INFORMASI

POLITEKNIK NEGERI PADANG

PADANG

2022



BAB I

PENDAHULUAN

1.1   Tujuan

·        Mahasiswa mampu memahami pembuatan kabel Straight dan Cross.

·        Mahasiswa mampu memahami langkah-langkah pembuatan kabel straight dan cross.

·        Mahasiswa mampu memahami sistem pengkabelan dalam membangun sebuah jaringan LAN.

 

 

 

BAB II

DASAR TEORI

Jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah  perangkat yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain (Forouzan).  Agar dapat saling berkomunikasi maka harus ada penghubung agar dapat saling berkomunikasi. Media penghubung tersebut berupa media transmisi. Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa. Mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi kelas rendah (seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga menggunakan teknologi tinggi (seperti laser dan serat optik).  

Dalam jaringan LAN, kabel data yang sering digunakan untuk komunikasi antara komputer dengan komputer dan komputer dengan perangkat jaringan lainnya adalah Kabel UTP. Alasan yang membuatnya sering digunakan pada jaringan LAN adalah harganya yang relative murah serta mudah didapat, dan juga kabel UTP ini bisa diandalkan untuk sebatas jaringan LAN.

Penjelasan Alat dan Bahan

§ Kabel UTP

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Pemasangan kabel UTP ini memiliki 2 cara yaitu stright dan cross over. Kabel stright digunakan untuk mengkoneksikan device yang berbeda sedangakan kabel cross over untuk device yang sama.  Sebuah standard yang mengatur masalah penyusunan kabel UTP, yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.

 

§ Tank Crimping (Crimping tool)

Tank krimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor, dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengkrimping kabel, alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.

 

 

§ Connector RJ45

Konektor kabel adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.

 

§ Cable Tester

Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis.

 

 



BAB III

PEMBAHASAN    

3.1 Pembahasan

PENYUSUNAN KABEL UTP STRAIGHT THROUGH DAN CROSS OVER

Kabel Straight

  Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:



 

 

Urutan pengkabelan Straight TIA/EIA 568A Wiring :

Urutan Ujung Kabel A:  Urutan Ujung Kabel B:

1.           1. Putih Hijau             1. Putih Hijau

2.           2. Hijau                        2. Hijau

3.           3. Putih Orange          3. Putih Orange

4.           4. Biru                         4. Biru

5.           5. Putih Biru               5. Putih Biru

6.           6. Orange                   6. Orange

7.           7. Putih Coklat          7. Putih Coklat

8.           8. Coklat                     8. Coklat

Urutan pengkabelan Straight TIA/EIA 568B Wiring :

Urutan Ujung Kabel A:  Urutan Ujung Kabel B:

1.           Putih Orange     1. Putih orange

2.           Orange                2. orange

3.           Putih Hijau         3. Putih hijau

4.           Biru                     4. Biru

5.           Putih Biru           5. Putih Biru

6.           Hijau                    6. Hijau

7.           Putih Coklat       7. Putih Coklat

8.           Coklat                  8. Coklat

Kabel Cross Over

  Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.




 

Urutan pengkabelan CrossOver  TIA/EIA 568B Wiring :

Urutan Ujung Kabel A: Urutan Ujung Kabel B:
1. Putih Orange      1. Putih hijau
2. Orange                2. Hijau
3. Putih Hijau         3. Putih orange
4. Biru                      4. Putih Coklat
5. Putih Biru           5. Coklat
6. Hijau                    6. Orange
7. Putih Coklat        7. Biru
8. Coklat                  8. Coklat

 

Langkah Pembuatan Kabel UTP Straight

1. Kupas ujung kabel sekitar 2 cm menggunakan tang krimping, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.

2. Pisahkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Pilih dengan susunan TIA/EIA 568B. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya menggunakan tang krimping sehingga rata satu sama lain.

3. Susunan kabel UTP tipe straight bisa dilihat pada gambar di bawah:


 

4. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap kita. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya


 

5. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan kabel straight tadi yaitu :

• Orange Putih pada Pin 1

• Orange pada Pin 2

• Hijau Putih pada Pin 3

• Biru pada Pin 4

• Biru Putih pada Pin 5

• Hijau pada Pin 6

• Coklat Putih pada Pin 7

• Coklat pada Pin 8.

6. Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.

7. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.

8. Sekarang kita sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama pada nomor 1-7 dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.

9. Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses.

 

Kabel straight UTP yang telah terpasang dengan baik dapat dimanfaatkan untuk :

• Menghubungkan antara computer dengan switch

• Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL

• Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL

• Menghubungkan switch ke router

• Menghubungkan hub ke router

 

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut

• Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung

• Menghubungkan 2 buah switch

• Menghubungkan 2 buah hub

• Menghubungkan switch dengan hub

• Menghubungkan komputer dengan router

 

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

 

TROUBLE SHOOTING

Kesalahan pada pemasangan kadang sering tidak diketahui, baru diketahui saat diuji di cable tester dan jika salah harus mengulangi lagi proses dari awal hal ini menyia-nyiakan waktu dan bahan. Maka ada baiknya sebelum mengunci konektor dengan kabel periksa terlebih dahulu apakah kabel sudah benar urutannya. 

 

Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu tekan (press) lagi pin Jack RJ-45  menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1  atau belum

 

Permasalahan Yang Timbul

· Kabel bagian dalam sering terputus saat memutuskan kabel bagian luarnya.

· Kabel dibagian dalam terkadang tidak tepat lurus kedalam konektor.

· Kabel yang tidak rata dan sejajar saat dimasukan kedalam konektor.

· Ketidak ketelitian dalam menyusun warna kabel.

· Saat crimping, tidak memerhatikan pin mana yang belum tertekan kedalam, karna terkadang salah satu pin emas tidak tepat dengan crimping nya.

· Tidak memperhatikan lampu yang menyala pada cabel tester dengan teliti.

 




BAB IV

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Untuk membangun jaringan LAN dibutuhkan crimping tool, LAN tester, kabel UTP, konektor RJ45 dan lebih dari 1 komputer dan  IP address dari komputer-komputer yang tersambung harus dalam satu kelas. Saat merangkai kabel UTP, kabel straight memiliki urutan teknik pengkabelan yang sama antar ujungnya. Sedangkan cross over berbeda berdasarkan urutan warna yang telah distandarisasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cisco Packet tracer simulator

  Laporan Pratikum cisco packet tracer simulator I. Landasan Teori      Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering ...