LAPORAN INSTALASI JARINGAN LAN
TUGAS 3
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah jaringan komputer
Tahun
Akademik 2021/2022
Oleh
ARINA TASYA KAMILA
2101093002
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN TEKNIK INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI PADANG
PADANG
2022
Jaringan
LAN
Dalam
proses pembangunan jaringan komputer local, sebelumnya kita harus menguasai apa
saja langkah-langkah instalasi jaringan LAn dikantor anda. Karena itu adalah
salah satu syarat yang harus diketahui dalam pemasangan jaringan komputer.
Sebab
semakin banyaknya pengguna perangkat komputer ditengah-tengah kehidupan dan
berakibat pada teknologi komputer yang berkembang semakin canggih.
Proses
Instalasi Jaringan Lan yang pertama kali dilakukan pada tahun 1940, penelitian
pemanfaatan komputer dalam waktu bersamaan. Di tahun 1950-an jenis komputer
mulai membesar sampai terciptanya caretaker komputer. Karena mahalnya harga
perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa
contact.
Nah,
kemudian muncullah sebuah konsep pendistribusian dengan landasan yang di sebut
dengan TTS atau (Abstraction Intercourse Method).
Dari
sinilah sistem jaringan komputer di aplikasikan. Pada sistem TSS beberapa pole
terhubung secara seri ke sebuah throng komputer. Jaringan Lan itu bisa di
artikan suatu jaringan milik perorangan atau pribadi dalam satu gedung atau
kampus yang ukurannya sampai beberapa meter atau kilometer.
LAN
seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan
linkungan kerja. Seperti kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik
dengan memakai bersama sumberdaya dan saling bertukar informasi.
CARA INSTALASI JARINGAN
LAN
1) INSTALASI JARINGAN
PEER TO PEER
Jaringan Peer
to Peer (P2P) adalah Suatu model komunikasi dua arah antar pengguna PC
melalui jaringan komputer atau internet tanpa melalui sebuah server, bisa juga
hanya menggunakan kabel LAN saja.
Alat
dan bahan yang dibutuhkan dalam Instalasi Jaringan ini, diantaranya yaitu:
1.
Satu buah Kabel UTP type Cross
2.
Dua buah laptop. Kali ini menggunakan windows 10.
Langkah
Kerja:
Berikut
Step-step yang dilakukan dalam melakukan instalasi ini, yaitu
1.
Masukkan kabel UTP, dengan ujung yang pertama ke laptop 1 dan
ujung satunya ke laptop 2 dimana disini sama-sama Windows 10. Kemudian
PING komputer tujuan. Untuk cara PING nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.
PING berfungsi untuk memanggil atau sebagai penanda bagi suatu komputer dalam
berhubungan satu sama lain.
Note:
Pastikan kedua kabel sudah terhubung.Untuk beberapa PC/laptop biasanya
lampunya hidup dan kedap-kedip.
2. Buka
Control Panel dan klik Network dan Internet
3. Setelah
itu klik Network dan Sharing Center.
4. Kemudian
klik Change Adaptor Settings
5. Klik
kanan di Ethernet dan pilih Properties
6. Klik
Internet Protokol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik properties
7. Pilih
Use the folowwing IP address dan isikan ip dan subnet masknya.
Note:
Saya
menggunakan IP 192.168.1.1 dan Subnet Masknya 255.255.255.252. Kenapa? saya
menggunakan subnet masknya 255.255.255.252 karena saya menggunakan pervix /30.
Lalu klik OK.
8. Kemudian
klik close jangan di silang
9. Kemudian
kita konfigurasi di komputer satu lagi atau lakukan hal yang sama pada komputer
satu lagi.
Note:
Karena
kedua laptop sudah kita konfigurasi maka langkah terakhir tinggal kita ping
antara PC 1 Ke PC 2. Untuk cara ping di windows 10 sebagai berikut :
Cara
ping di Windows 10
1.
Buka Command Prompt atau CMD. ketika sudah ketik pada IP
tujuan yang kita panggil misal komputer 2 “ PING 192.168.1.2”
2. Lalu
kita ping IP yang kita isikan di windows 10 tadi yaitu 192.168.1.2
Atau
Tekan
windows + R ketikkan CMD lalu akan muncul seperti gambar dibawah. Kemudian
ketik IP yang kita isikan di PC 2 yaitu 192.168.1.2
Kelebihan
Point to Point (PTP)
1.
Jaringan lebih stabil, hal ini karena access point
hanya akan memancarkan signalnya ke satu station saja, sehingga throughput yang
dihasilkan akan maksimal.
2.
Bandwidth yang dialirkan melalui media wireless akan
sepenuhnya diterima oleh satu station saja, karena alasan inilah mengapa point
to point umumnya dipilih oleh ISP untuk menghandle customer dengan service
dedicated.
3.
Maintenance lebih mudah jika terjadi interferensi
karena proses tunning channel tidak akan mengganggu link yang lain.
4.
Cocok digunakan untuk kebutuhan jarak jauh karena
umumnya antena yang dipakai yaitu tipe antena grid yang memiliki sudut pancaran
lebih fokus ke satu titik saja.
Kekurangan
Point to Point (PTP)
1.
Biaya instalasi relatif lebih mahal karena radio access
point hanya bisa dipakai oleh satu radio station (client) saja. Artinya, jika
ada 10 client maka kita harus memasang 10 radio access point juga.
2.
Semakin banyak radio access point yang dipasang pada
sebuah POP, maka akan semakin tinggi potensi terjadinya interferensi (tabrakan
frekuensi).
3.
Point to point hanya bisa diterapkan pada jaringan
radio wireless untuk menghubungkan antar site saja, tidak bisa dipakai untuk
mengkoneksikan device end user langsung layaknya jaringan wifi.
2) INSTALASI POINT TO
MULTIPOINT
Point
to Multipoint Adalah satu komputer/perangkat yang dapat di sambungkan ke banyak
komputer/perangkat dan biasanya jaringan ini digunakan pada area hotspot
ataupun pada warnet. karena dari 1 server di sebar ke beberapa client.
Alat
dan bahan yang dibutuhkan dalam Instalasi Jaringan ini, diantaranya yaitu:
1.
Beberapa Kabel UTP type Stright tergantung kebutuhan.
2.
Beberapa PC/Laptop. Kali ini menggunakan windows 10.
3.
Station (Switch ataupun sejenisnya)
Langkah
Kerja:
Berikut
Step-step yang dilakukan dalam melakukan instalasi ini, yaitu
1.
Masukkan kabel UTP, dengan ujung yang pertama ke PC/laptop 1 dan
ujung satunya ke station, begitu dengan PC/laptop lainnya dimana
disini sama-sama Windows 10. Kemudian PING komputer tujuan. Untuk cara PING
nanti akan saya jelaskan lebih lanjut. PING berfungsi untuk memanggil atau
sebagai penanda bagi suatu komputer dalam berhubungan satu sama lain.
Note:
Pastikan kedua kabel sudah terhubung.Untuk beberapa PC/laptop
biasanya lampunya hidup dan kedap-kedip.
2. Buka
Control Panel dan klik Network dan Internet
3. Setelah
itu klik Network dan Sharing Center.
4. Kemudian
klik Change Adaptor Settings
5. Klik
kanan di Ethernet dan pilih Properties
6. Klik
Internet Protokol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik properties
7. Pilih
Use the folowwing IP address dan isikan ip dan subnet masknya.
Note:
Saya
menggunakan IP 192.168.1.1 dan Subnet Masknya 255.255.255.252. Kenapa? saya
menggunakan subnet masknya 255.255.255.252 karena saya menggunakan pervix /30.
Lalu klik OK.
8. Kemudian
klik close jangan di silang
9. Kemudian
kita konfigurasi di komputer satu lagi atau lakukan hal yang sama pada komputer
satu lagi.
Note:
Karena
kedua laptop sudah kita konfigurasi maka langkah terakhir tinggal kita ping
antara PC 1 ke PC lainnyaa. Untuk cara ping di windows 10 sebagai berikut :
Cara
ping di Windows 10
1. Buka
Command Prompt atau CMD. ketika sudah ketik pada IP tujuan dimana
tujuan yang akan kita PING lebih dari satu yang kita panggil misal komputer
2 “ PING 192.168.1.2”. Komputer 3 "PING 192.168.1.3”.Komputer 4
"PING 192.168.1.4”.
2. Lalu
kita ping IP yang kita isikan di windows 10 tadi yaitu 192.168.1.2 dan
seterusnya.
Atau
Tekan
windows + R ketikkan CMD lalu akan muncul seperti gambar dibawah. Kemudian
ketik IP yang kita isikan di PC 2 yaitu 192.168.1.2
Kelebihan Point to
Multipoint (PTMP)
1.
Hemat biaya, karena hanya dengan 1 radio access point
kita sudah bisa menghubungkan banyak radio station sekaligus.
2.
Point to multipoint bisa diimplementasikan pada
jaringan wifi untuk mengakomodir kebutuhan internet secara langsung ke device
end user.
Kekurangan Point to
Multipoint (PTMP)
1.
Kurang cocok dipakai untuk kebutuhan jarak jauh.
2.
Susah maintenance jika terjadi interferensi di salah
satu link, karena proses maintenance akan berimfact ke semua station yang
terkoneksi ke access point yang sama.
3.
Throughput yang dihasilkan kurang maksimal karena satu
access point harus menangani banyak radio station sekaligus.
4.
Bandwidth yang dialirkan akan terbagi-bagi tergantung
banyaknya jumlah radio station yang terkoneksi.
KESIMPULAN
Pada
akhirnya, mau menggunakan point to point atau point to multipoint sah-sah saja,
tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, karena keduanya punya kelebihan dan
kekurangan masing-masing dalam implementasinya. Semoga artikel ini sedikit
banyak bisa membantu memberikan gambaran untuk sobat.


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar